“Kata Cinta Kota Pahlawan” : Sebuah Resensi untuk #suroboyo721

Image

Penulis             : Gabungan Komunitas “Tumblr Surabaya” dan “Lendabook”

Penerbit           : Indie Book Corner

Tanggal Terbit : 2013

Halaman          : 150

 

Surabaya memang kota yang menarik untuk dijadikan bahan karya tulisan. Sejarahnya yang panjang selama 721 tahun membuat semua penulis dapat menawarkan banyak sisi yang menjadi pembahasan. Pengalaman hidup di kota ini adalah salah satu daya tarik untuk menggandeng wisatawan.

Buku ini merupakan salah satu karya yang berisi tentang warna – warni Kota Surabaya. Ditulis oleh komunitas pemuda di Surabaya, kontennya berisi pengalaman berkesan para penulis di ibukota provinsi Jawa Timur ini. Dua puluh tiga (23) penulis merangkai jejak hidupnya di Surabaya dalam bentuk yang beragam.

Desain sampul dengan warna hijau muda cukup mencolok dan menarik mata untuk membaca. Sekilas jika dilihat dari sampulnya, aka terbayang konten yang berisi desain grafis atau komik singkat. Namun buku ini memang dijiwai dari kata – kata yang terkandung dalam setiap artikelnya. Sampul buku ini cukup untuk menarik pembaca dan merepresentasikan Surabaya.

Karya ini memang ditujukan bagi kawula muda yang tertarik melihat Surabaya pada perspektif yang berbeda. Sebagaimana judulnya, cinta merupakan tema utama dalam buku ini. Secara umum dapat dikatakan sifat yang terkandung dalam buku ini cenderung melankolis, berusaha berbicara kepada pembaca dari hati ke hati. Narasi deskriptif, pendekatan territorial khas Surabaya hingga untaian puisi mengisi lembar-lembar yang salah satunya dikarang Komunitas Tumblr Surabaya ini. Tidak membosankan jika dilihat dari heterogenitas jenis tulisannya.

Hal menarik lainnya adalah disuguhkan jepretan kota Surabaya kepada pembaca yang diambil oleh penulis sendiri. Hal ini menawarkan visualisasi kepada pembaca agar tidak jemu dengan huruf – huruf yang bertumpuk. Desain pembatas artikel beserta quote menghiasai lembar – lembar didalamnya.

Sebagaimana karya manusia pada umumnya, terdapat beberapa hal yang sekiranya dapat menjadika buku promotif ini menjadi lebih baik. Promosi masif perlu dilakukan oleh penulis – penulis agar buku ini dapat tersebar dan mendapat apresiasi maupun evaluasi. Hal ini disebabkan penulis resensi sangat jarang melihat karya ini berdiri di tengah – tengah pameran buku.

Karya yang berkonten pengalaman cenderung melankolis. Hal tersebut dapat berpengaruh pada sifat pembaca yang heterogen juga. Perlu diberikan sedikit kreatifitas dalam buku ini agar pembaca yang sifatnya rasional mampu menangkap pesan buku ini, Surabaya itu menarik. Tidak dibutuhkan waktu lama bagi rasionalis untuk melahap karya ini.

Hal lain yang bisa menarik dan berkesan bagi pembaca adalah penambahan warna pada foto – foto yang disuguhkan. Foto hitam putih cenderung tidak memberikan apresiasi dari pembaca dan justru memberikan anggapan buku ini hanya memberikan foto sebagai aksesoris saja. Pesan yang terkandung dalam buku ini akan lebih melekat dan tersampaikan melalui foto berwarna.

Unsur terakhir yang setidaknya mampu mendongkrak buku ini untuk menginspirasi wisatawan dan pembaca adalah testimoni. Testimoni yang ada dalam buku ini masih berkutat pada kalangan internal. Testimoni oleh penulis buku contoh seperti Asma Nadia, sejarawan / tokoh / pemuda Surabaya, bahkan Walikota tentu akan menambah secara drastis pandangan pembaca akan bernilainya karya yang mereka pegang ini.

Oleh sebab itu, buku ini setidaknya cukup mewakili perasaan pemuda di Surabaya dan memang ditujukan melalui kata – kata cinta. Melankolisitas buku inilah yang menjadi nilai jual yang mampu menarik pembaca untuk menghabiskan bahkan mengulang. Terbitnya karya yang juga dibidani oleh komunitas “Lendabook” ini harus diapresiasi sekaligus dievaluasi dan terus diproduksi dalam rangka promosi Kota Pahlawan yang baik dan bermartabat. (el)

Komentar Anda