DULUR SAKLAWASE : SEBUAH IKATAN FUTURISTIK-HOLISTIK

977362_4689532807459_542226220_o

“Dengan tekad dan cita-cita mulia, penuh semangat jiwa membara”

Dua tahun, jika dihitung diawal memang nampak panjang dan melelahkan. Namun berbeda perspektifnya jika telah sampai dipenghujung maupun melewatinya. Perasaan itulah yang bergelayut ketika terbina dan ditempa di asrama PPSDMS. Beasiswa unik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia khususnya mahasiswa ini telah melewati satu dasawarsa. Merupakan suatu kebanggaan menjadi salah satu bagian dari keluarga besar bersama manusia strategis. Namun kebannggaan inilah yang juga menjadi tantangan untuk membanggakan dengan prestasi dan kontribusi sendiri.

“Hambatan, rintangan yang datang menghadang, tak akan jadi penghalang”

Dua tahun, sejak tahun 2010 dipersatukan dalam asrama yang meskipun telah ditetapkan kamar namun seseorang bisa tidur dimana saja. Karakter asli baik positif maupun negatif tumpah ruah dalam satu bangunan asrama yang diisi oleh satu jenis kelamin. Dapat dibayangkan betapa ramai dan ricuhnya ketika ada barang hilang maupun sedikit gesekan. Syukur alhamduliLlaah tidak pernah terjadi bentrok fisik meski bentrok verbal biasa terdengar. Dinamika asrama sangat memberi pengalaman dan pembelajaran berharga yang sebanding dengan ketatnya seleksi penerimaan.

“Bersatu teguhkan niat tuk berjuang, membangun Indonesia jaya”

Dua tahun, bukan waktu yang cukup untuk merubah seseorang baik secara pemikiran maupun gerakan. PPSDMS memprioritaskan kesamaan pandangan dan visi dengan memberikan ruang kebebasan pemikiran dan gerakan pada anak didiknya. Meskipun pemikiran sama berlandas Islam namun sudut pandang kanan hingga kiri ada di satu asrama. Pun dalam gerakan juga sangat beragam mulai dari gerakan akademik, sosial, bisnis hingga yang berbasis komunitas. Dalam hal tersebut, PPSDMS lebih mementingkan menyamakan pandangan dan memberikan tools berupa paradigma dan sifat yang dibutuhkan untuk mendukung binaannya.

“Tingkatkan ilmu, iman dan taqwa, terampil cerdas bijaksana”

Dua tahun, repetisi Idealisme Kami, Mars dan Hymne PPSDMS tidak menjadi sarana doktrinasi lembaga yang diawali di UI ini. Instrumen tersebut menjadi penjaga motivasi dan niat binaan agar tidak lepas dari cita-cita PPSMDS mencetak pemimpin yang mampu membangun titik temu. Paradigma HOMO (Humble, Open Mind, Moderate, and Objective) menjadi landas bersikap yang dikehendaki PPSMDS untuk diamalkan pasca-asrama. Ya, ikatan PPSDMS tidak berakhir hanya dua tahun bahkan hingga mati sekalipun tetap terikat.

“jangan ragu, tetapkan langkah kakimu”

Dua tahun, binaan PPSDMS dituntut dengan pelbagai kewajiban yang menurut orang luar, tidak manusiawi. Hal ini tertuang dalam empat jati diri yang wajib terpenuhi seluruhnya dengan evaluasi persemester pada setiap binaan yakni (i) Aktifis Pergerakan, (ii) Aktifis Islam, (iii) Mahasiswa Berprestasi, dan (iv) Kebersamaan dan Kekeluargaan menjadi standar mahasiswa PPSDMS. Maka tidak mengherankan banyak binaan PPSDMS multitasking dan padat agenda meskipun masih ada yang standar agendanya sama dengan mahasiswa biasa atau sedikit lebih banyak. Belum lagi tuntutan harian dan bulanan seperti membaca do’a pasca-subuh, kajian islam dan kepemimpinan, resensi buku, opini, resume kegiatan, tae kwon do hingga pelatihan nasional menjadi santapan wajib kala pembinaan. Patut diakui tingkat tekanan asrama sangat tinggi dan inilah hakikat fungsi jati diri keempat, Kebersamaan dan Kekeluargaan.

“Tetap teguh(teguhkan) raih citamu”

Dua tahun, binaan PPSDMS dicecar dengan tuntutan kejelasan visi lima, sepuluh hingga lima puluh tahun kedepan. Mimpi strategis-idealis yang di-breakdown menjadi langkah taktis-realistis diulang bulan demi bulan. Bahkan diakhir pembinaan konsep mentoring senior-junior berdasar sektor minat menjadi sarana menjaga dan mempersiapkan binaan PPSDMS yang mampu mewarnai pelbagai sektor kenegaraan. PPSDMS juga membiasakan binaannya berkomunikasi dengan tokoh nasional mulai dari tataran daerah hingga nasional, walikota hinggga Presiden seakan emnggambarkan keinginan kuat PPSDMS mengkonversi semangat kepemimpinan kedalam pikiran binaan sejak dini. Pun gerakan akar rumput, sosial dan kekinian tak lupa menjadi santapan dengan leadership project sebagai tanggung jawab binaan kepada rakyat. Binaan PPSDMS dipaksa dekat dengan langit dan bumi.

“Dibawah binaan PPSDMS, kami kembangkan diri”

Dua tahun, binaan PPSDMS merasakan suka duka dan perjuangan bersama. Angka ini separuh lebih sedikit dari pendidikan Akademi Militer dan lebih banyak dari pendidikan Tamtama ataupunn Bintara. Namun semangat le’sprit de corps yang coba dibangun PPSDMS kepada seluruh binaan memang benar-benar terasa. Seoang senior yang jauh angkatannya rela membantu juniornya bukan hal yang mencengangkan. Pun dukungan lintas kampus dan fakultas juga menjadikan PPSDMS merupakan lembaga yang mampu menyatukan binaan baik secara vertikal apalagi horizontal.

“Mencapai tujuan…”

Dua tahun, binaan mendapatkan “dulur-dulur” baru dari barat sampai timur. Sebut saja UI, ITB, Unpad, IPB, UGM, ITS dan UA. Bahkan akan ada adik-adik dari Unhas dan USU serta kampus lain yang berpotensi. Relasi kampus ini memperkaya wawasan ke-indonesia-an binaan PPSDMS. Sebagaimana dulur pada umumnya, ada yang menyenangkan sampai yang bajingan bercampur menjadi satu. Keberagaman personal tidak menjadi alsan hilangnya keduluran satu sama lain karena keyakinan bahwa cepat atau lambat sesama binaan akan saling membutuhkan.

“…prestasi gemilang…”

Dua tahun, telah berlalu lebih beberapa bulan menjadi waktu-waktu yang dirindukan. Teriakan dan gedoran membangunkan subuh, ronta meminta kopian tugas bulanan ditengah deadline hingga canda tawa atas bully-an dengan gambar meme masih membekas di relung sanubari. Saling mengingatkan walau sesakit apapun mendewasakan binaan PPSDMS selangkah lebih siap menghadapi dunia pasca-kampus.

“…menjadi pemimpin masa depan”

Benar, kenyataannya orang terbaik tidak melulu berasal dari PPSDMS bahkan alumnus PPSDMS ada yang biasa-biasa saja. Namun ikhtiar luar biasa dari Dewan Penasihat, Pembina, Pengurus dan donatur untuk memncetak mahasiswa terbaik untuk mengisi sektor publik, prifat dan ketiga tidak bisa dianggap remeh. Sedikit demi sedikit kualitas binaan PPSDMS terlihat. Binaan yang sukses dan menemukan jalannya seakan mendongkrak binaan PPSDMS yang masih biasa saja agar termotivasi mewujdukan mimpi mereka. Pun sebiasa-biasanya binaan PPSDMS setidaknya paradigma mereka sudah berbeda dari yang lain. Menjadi pemimpin, pengumpul, pemersatu orang terbaik menjadi fungsi binaan PPSDMS. Paradigma HOMO menjadi landasan untuk produktif, profesional, kooperatif dan kontributif dimanapun mereka. Insan muslim dengan tipikal pemikir strategis dan pejuang taktis dengan semangat kolaboratif-kongkrit menjadi ciri khas binaan PPSDMS. Karena Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allaah pencipta alam semesta menjadi mimpi terbesar mereka bersama.

“Dua tahun!! Dua tahun!!Dua tahun!!

ente dibina dari ulat nakal untuk jadi kupu-kupu yang lucu, dan berbahaya jika bersatu!”

~Bachtiar FIrdaus~

Komentar Anda