Voila! When Your Idealism Become Reality!

Ketika di awal bangku kuliah, saya memiliki idealisme bahwa kuliah di Fakultas Hukum (sekuler) tidak menyurutkan langkah saya untuk kepentingan Islam. Cita – cita saya masih membekas untuk menyusun skripsi beraroma Islami. Terus dan terus dari tahun pertama saya sampaikan itu kepada kolega, teman, senior hingga dosen.

Memang ada orang yang bisa berkarya dalam diam, karena mereka introvert mungkin. Namun saya dengan tipikal ekstrovert lebih suka dan tertantang untuk berbagi visi dan mimpi, harapan dan impian ke manusia. Apa tujuannya? apa untungnya? Ini ulasan saya secara empirik,

  1. Saya menjadi lebih percaya diri untuk mencapainya, saya tahu apa yang saya sampaikan,
  2. Saya mengetahui siapa teman saya yang sevisi dan yang sebenarnya, mereka yang ikut senang dan mendukung bahkan memberi tawaran bantuan dan masukan;
  3. Saya lebih tertantang untuk merealisasikan dengan ikhtiar maksimal mengingat sudah “berkoar-koar” secara publik, (terima kasih kepada Naruto, Luffy dan Zoro atas hegemoninya)
  4. Sebagai bentuk doa, terlebih yang saya ajak bicara benar-benar salih dan bermukim di tanah suci,
  5. Kalaupun gagal, saya bisa mengambil pelajaran nyata kenapa gagal dan bagaimana selanjutnya.

Dan Allaah Maha Besar,

Skripsi saya merupakan salah satu dari sekian banyak gagasan yang saya sampaikan dan qodarullaah wa maa syaa a fa’alahu menjadi nyata.

Skripsi dengan tema Islam, saya tawarkan dan perjuangkan untuk menjadi kajian di Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Bahkan tema yang saya angkat, entah tema “Prinsip Konstitusionalisme” dan “Piagam Madinah” adalah yang pertama kali dalam sejarah kajian ilmiah di Universitas Airlangga berdasarkan pengamatan via judul Skripsi, Tesis dan Disertasi.

Saya sadar bahwa Mahakarya pertama saya memang banyak sekali kekurangan disana sini. Masih jauh untuk dikatakan karya terbaik dan maksimal memang, namun sudah cukup menjadi batu pijakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk direalisasikan.

Maka pembaca sekalian, secara de facto saya persembahkan untuk kalian dan umat Islam sedunia, Mahakarya pertama dari seorang fakir dan pencari ilmu, Hakim bin Ahmad As Suchadisy,

Prinsip Konstitusionalisme dalam Piagam Madinah dan Relevansinya bagi Konstitusi Indonesia

*silahkan di download dan di review, saya tunggu masukan/kritik/saran termasuk mudeng atau ndaknya di email saya elhakimlaw@gmail.com

Alhamdulillaah, Mahakarya ini juga saya ajukan untuk dijadikan buku yang bisa diedarkan di tengah khalayak. Tentu bahasanya akan saya populiskan agar bisa dicerna dengan mudah praktis dan membumi. Mohon doa restunya agar harapan kedua bisa segera terealisasi.

Dan adik-adiknya, in syaa Allaah akan menyusul entah 1, 2, 5 tahun kedepan bi idzniLlaah. Tentu dengan tema yang sama, tak jauh dari Islam, Negara dan Konstitusi, dan Ibn Taimiyyah mungkin. Spoiler.

Ayo, jangan malu bercerita tentang harapanmu, in syaa Allaah selalu ada yang mendoakan entah dihadapanmu atau dibawah dingin sepertiga akhir malam.

Dan yang lebih penting, ceritakan harapan-harapan hebatmu di hadapan Sang Pemilik Alam Semesta dan dia Maha Menjawab Pinta hamba-Nya.

Saya telah membuktikan, kalau kamu?

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” Adh Dhuha – 11

Jpeg
Yeah mate! wait for your twin… and brothers..

Komentar Anda