Catatan Ramadan 1 : Kerinduan

Setahun lamanya penantian akhirnya tertunaikan jua. Bulan yang penuh berkah bagi setiap insan diatas muka bumi telah datang menghampiri. Romadhon 1437 Hijriyah atau yang kita kenal juga dengan bulan Ramadan tahun ini bertepatan jatuh pada 6 Juni 2016 Masehi. Ahad malam dipenuhi dengan sambut tarawih di setiap ruang masjid – masjid di seluruh dunia termasuk Indonesia. Alhamdulillah.

Selama bulan Sya’ban, kaum muslimin disuguhi dengan persiapan demi persiapan memasuki bulan Ramadan. Sebut saja pengajian tentang keutamaan Ramadan, mempersiapkan iklim beribadah di bulan Sya’ban hingga bermunculannya iklan sirup Marjan. Secara kultural bulan Ramadan memang benar – benar dirindukan.

Euforia ini memang sangat terasa kuat ditengah masyarakat.

Namun, perlu disadari bahwa memasuki Ramadan merupakan kebanggaan tersendiri yang patut untuk disyukuri.

Berapa banyak orang – orang dekat ditengah kita yang tidak memiliki kesempatan untuk berjumpa dan melepas kerinduan dengan Ramadan. Ya, kematian menjadi pemisah kerinduan mereka dengan bulan Ramadan.

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.TQS Qaaf : 19

Di bulan Sya’ban sendiri saya mendapat kabar setidaknya sepekan sekali ada berita kematian baik dari karib kerabat hingga sahabat dekat saya. Menghadiri prosesi pemakaman merupakan nasihat yang hebat bagi diri saya pribadi. Tak heran mengapa Rasulullaah ‘alayhi sholatu wa salam memasukkan urusan ini sebagai hak muslim atas muslim dan besarnya ganjaran baginya.

Kematian adalah pelepas kerinduan.

Bagi seorang yang beriman, kematian adalah peringatan dan kepastian. Ketakutan bukan pilihan mereka bahkan seorang dengan keimanannya memilih untuk mempersiapkan. Keyakinan bahwa setiap manusia pasti mati merasuk didalam dada hingga melahirkan keseriusan dalam beramal salih.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…TQS Ali Imron : 185

Memasuki Ramadan tahun ini, harapan saya sederhana, pertama amal salih saya baik sebelum, selama dan setelah Ramadan di terima dan kedua diperjumpakan lagi Ramadan berikutnya dengan menikmati masa-masa penantian dalam kerinduan. Dua hal ini adalah modal dasar saya untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk menjawab salam kematian yang siap datang kapan saja.

Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk hal yang telah pasti menghampiri?

Wallaahu a’lam

*Catatan yang harusnya ditulis 1 Ramadhan 1437H/6 Juni 2016M

** Tantangan Catatan Ramadan : Mulai!

Komentar Anda