Resensi : Leadership Prophetic

Al Qur-an Al Kariim adalah salah satu sumber inspirasi terbaik. Hal ini disebabkan konten Kalamullah ini banyak dihiasi dengan kisah – kisah baik kesuksesan maupun kegagalan suatu kaum. Allaah berfirman :

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” TQS. Yusuf 3

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” TQS. Yusuf 111

Dua ayat dalam satu surat tersebut menunjukkan bahwa banyak pelajaran strategis maupun prinsipil yang bisa diambil dari Al Qur-an dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga termasuk dalam urusan kepemimpinan.

Kepemimpinan merupakan hal yang sangat erat dengan urusan influence. Hal ini tidak melulu berbicara tentang posisi struktural atau jabatan fungsional namun ada pada seberapa besar pengaruh dan kekuatan yang disusun.

Para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allaah untuk menyampaikan (tabligh) dan memperbaiki (tashlih) melalui upaya pembersihan (tashfiyah) dan pembinaan (tarbiyah). Hal-hal tersebut memerlukan kompetensi mempengaruhi yang tinggi agar konten dakwah bisa secara efektif dan efisien tersampaikan pada umat.

Kepemimpinan para Nabi dan Rasul yang diabadikan oleh Allaah tentu bisa menjadi pelajaran bagi seluruh muslim baik secara personal maupun organisasional. Hal ini kembali kepada hakikat manusia bahwa setiap manusia adalah pemimpin berdasarkan hadits sahih riwayat muslim. Pengetahuan untuk how to lead jelas menjadi salah satu hal yang primer untuk dipelajari oleh setiap insan sebagai pemimpin minimal atas dirinya sendiri.

Kondisi krisis kepemimpinan di pelbagai strata kehidupan muslim baik di tataran organisasi pemuda hingga negara mengundang kegelisahan seorang Bachtiar Firdaus, penulis buku yang menjadi resensi ini. Sebagai praktisi yang berkecimpung di dunia kepemimpinan, beliau mencoba mengambil sari pati baik secara prinsipil maupun operasional dari kisah para Nabi dan Rasul.

Lulusan Kebijakan Publik dari Singapura ini seakan memberikan suasana masa lalu di tengah kepemimpinan para Pembawa Risalah ditengah umatnya dikomparasikan dengan kondisi moderen kekinian. Tidak sedikit pakar – pakar kepemimpinan kelas dunia dinukil dalam buku yang ditulis oleh Ketua BEM UI Pertama ini guna memperkuat analisa beliau. Elaborasi inilah yang menghasilkan mahakarya yang sedikit banyak menginspirasi pemuda – pemuda strategis hampir di seluruh Indonesia.

Hanya saja ibarat tak ada gading yang tak retak, karya perdana beliau bukan tanpa cacat. Masih terdapat beberapa kisah yang bisa dieksplor dan dianalisa secara mendalam. Selayaknya buku ini lebih diperkaya dengan pembahasan pelajaran di setiap kisah Para Nabi dan Rasul mengingat ada beberapa Nabi yang tidak disebut padahal posisinya sangat strategis jika dilihat dalam kacamata kepemimpinan. Overall, konten dari karya ini masih bisa menjadi acuan bagi mereka yang mencari pelajaran kepemimpinan a la Islam.

Selain itu, desain sampul dari buku ini bisa dibilang kurang outstanding terlebih pemilihan warna dari judul buku yang hampir menyatu dengan latar. Desain dan layout dari karya yang diterbitkan bekerja sama dengan Rumah Kepemimpinan ini masih bisa dioptimasikan lagi.

Hal yang lebih mengelus dada adalah tertabraknya etika kepenulisan di dalam buku ini. Daftar bacaan dan referensi dari karya yang dinahkodai editor mantan jurnalis Gatra ini tampak banyak yang belum dimasukkan. Padahal tidak sedikit nukilan pakar memperkaya dan menghiasi buku cetakan Pustaka Saga ini. Alangkah sayang jika karya yang seharusnya bisa menjadi rujukan namun secara etis melanggar sistem penukilan literatur.

Simpulan resensi buku ini secara konten bisa menjadi bahan perenungan dan bekal penting bagi para pemimpin khususnya pemimpin struktural organisasi di setiap sektor. Nafas Islam nan transedental di setiap pembahasan bisa menjadi semangat dan motivasi untuk menjaga amanah dan kemampuan selama memimpin.

Selamat bermuhasabah.

Judul : Prophetic Leadership

Penulis : Bachtiar Firdaus, S.T., M.PP.

Penerbit : Pustaka Saga

Level : Recommended for young leader

 

Jpeg
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Komentar Anda